Cara Mudah Budidaya Labi-Labi

Diposting pada

Cara Mudah Budidaya Labi-Labi- kini menjadi salah satu trend terbaru untuk mendapatkan peluang usaha dan sudah pasti dengan menggunakan modal yang tidak terlalu besar untuk memulainya.

Labi atau biasanya disebut bulus, sebelum banyak di budidayakan ternyata hewan ini adalah salah satu hama pemakan ikan di kolam persawahan.

Karena bulus sering kita temui di sekitar kolam ikan dan rawa yang berada dekat dengan air mengalir. Makanan hewan ini berupa ikan, oleh sebab itu mengapa labi dianggap hama oleh pembudidaya ikan, karena sering memakan ikan yang di budidayakan dikolam tanah.

Seiring berkembangnya waktu labi atau bulus dengan nama latin Trinyox sinensis banyak di manfaatkan daging dan cangkangnya. Namun banyak yang belum mengetahui pentingnya menjaga agar labi-labi tidak punah dari alam liar, perlu dilakukan dengan cara membudidayakannya.

Karena saat ini kebanyakan pemasok labi berasal dari buruan alam liar, sedang pembudidaya labi belum mampu memcukupi permintaan pasar yang semakin meningkat.

Nah dengan meningkatnya permintaan pasar, langsung kita berfikir bagaimana cara membudidayakan bulus agar sukses dan memberi keberhasilan yang tinggi tentu perlu beberapa pembelajaran bagaimana cara membudidayakan labi-labi dengan benar.

Morfologi Labi-Labi Atau Bulus

Labi-labi atau bulus memimiliki bentuk tubuh yang lonjong, oval dan memiliki pipih. Warna pada tubuhnya abu-abau agak kehitaman dan tidak memiliki sisik sama sekali.

Sedang bagian kerapas dan pastron terbungkus kulit yang liat, warna pastron pada dibagian bawah memiliki warna putih pucat hingga kemerahan.

Pada bagian kulit tertutup prisai yang berasal lapisan epidemis atau merupakan zat tanduk. Bentuk hidung labi-labi memanjang dan berbentuk tabung seperti belalai.

Labi-labi tidak memiliki gigi sama sekali akan tetapi memiliki rahang yang sangat kuat dan tajam, sehingga dapat menciderai mangsanya dengan mudah.

Kebiasan Hidup Labi-Labi Di Habitatnya

Mengintip sedikit kehidupan labi-labi dialam liar, Hewan ini biasanya hidup di daerah rawa dan tempat yang memiliki lumpur. bulus biasanya mencari makan pada malam hari dan makanannya berupa hewan air yaitu katak,udang dan ikan air tawar.

Walaupun labi-labi hidup di air namun pada kenyataannya hewan ini bernafas mengunakan paru-paru. labi-labi biasanya akan berkembang biak dengan cara bertelur pada bulan juli hingga desember.

Bulus atau labi ketika bertelur akan membuat tempat lubang didarat untuk meletakan telur dan setelah selesai bertelur lubang yang berisi telur tersebut akan di tutup kembali dengan tanah.

Telur yang di hasilkan per satu ekor indukan cukup banyak yaitu antara 20,30, dan 40 butir. Dan jika telur yang sudah keluarkan dan di tutup tanah akan menetas pada suhu 25-30 derajat celcius membutuhkan waktu penetasan sekitar 45-50 hari lamanya.

Bulus adalah salah satu hewan yang tidak mengerami telurnya, ketika selesai bertelur hewan ini akan meninggalkan telur tersebut dan jika telur sudah menetas maka anakan labi akan mulai berenang ke air tanpa didampingi induknya.

BacaJuga :Cara Budidaya Udang Galah Untuk Pemula

Tips Jitu Budidaya Labi-Labi.

Cara Mudah Budidaya Labi-Labi

Setelah kita mengetahui kebiasaan hidup labi-labi di alam liar, langkah selanjutnya yaitu bagaimana budidaya labi-labi sebagai ladang usaha sampingan dirumah. Potensi budidaya hewan ini cukup menggiurkan dengan bagitu banyak orang yang ingin mencobanya namun masih ragu bagaimana cara memulainya, nah dalam pembahasan kali ini saya akan sedikit menjelaskan bagaimana cara budidaya labi yang baik dan benar untuk anda lakukan dirumah simak berikut ini.

1. Cara Memilih Indukan Yang tepat

Langkah awal yang perlukan untuk membudidayakan labi-labi adalah memilih indukan yang tepat, memilih indukan mungkin telihat gampang. Namun jika pemilihan hanya dilakukan tidak teliti dapat beresiko kegagalan.

Umur indukan yang di gunakan juga sangat berpengeruh agar, labi-labi yang dibudidayakan memiliki telur dengan hasil yang maksimal untuk mempercepat labi-labi berkembangbiak.

Untuk menghindari kesalahan dalam memilih induk labi-labi, ada beberapa syarat yang harus anda ketahui seperti berikut :

Ciri-Ciri Labi-Labi Betina

  • Labi-labi betina yang siap untuk di jadikan indukan harus memiliki usia sekitar 2 th.
  • Labi-labi betina memiliki bentuk tubuh lebih kecil dari jantan.
  • Sedangkan pada bagian ekor lebih pendek dari labi-labi jantan.
  • Bentuk pada cangkang labi-labi betina lebih tebal dan bulat.
  • Pada kaki bagian belakang lebih panjang dari labi-labi jantan.

Ciri-Ciri Labi-Labi Jantan

  • Labi-labi jantan yang siap untuk membuahi indukan labi-labi betina harus memiliki usia 2 th lebih.
  • Postur tubuh labi-labi jantan lebih besar dari betina.
  • Ekor labi-labi jantan lebih panjang dari betina.
  • Bentuk cangkang labi-labi jantan lebih tipis dari betina.
  • Jarak kaki belakang dan depan labi-labi jantan lebih dekat.

2. Persiapan Kolam Labi-Labi

Langkah awal budiaya jika belum memiliki kolam anda perlu mempersiapkan kolam terlebih dahulu, dengan membuat kolam untuk ukuran bisa menyesuaikan tempat dan lahan yang anda miliki.

Untuk bentuk kolam harus berbentuk persegi panjang dan pada dasar kolam sebaiknya di lapisi pasir, kolam yang baik menggunkan kolam tembok atau berdiding beton.

Dan buatlah pada salah satu sisi kolam labi-labi dibuat kandang atau sarang dengan ukuran 2 M x 2 M x 1 M sebanyak tiga buah. Kandang atau sarang ini diberi jembatan penghubung dengan menggunakan papan atau bahan serupa yang bisa di jadikan jembatan.

jembatan penghubung ini berfungsi untuk mempermudah induk labi-labi masuk kedalam sarang saat akan bertelur dan jangan lupa pada atas sarang diberi peneduh untuk melindungi telur terkena sinar matari dan air hujan secara langsung.

Setelah kolam sudah di buat, langkah berikutnya adalah isi kolam tersebut dengan air sebelum digunakan dan diamkan 1 hari satu malam.

Jika sudah langkah berikutnya keringkan kolam terlebih dahulu selama 3-5 hari. Hal ini harus di lakukan agar kolam yang digunakan tidak ada hama dan penyakit yang dapat menyerang labi-labi saat dimasukan kedalam kolam tersebut.

Jangan lupa beri pasir pada sarang tersebut dengan ketebalan pasir sekitar 20 cm agar telur diletakan indukan dapat ditutupi dengan media tersebut untuk menjaga suhu agar telur menetas.

BacaJuga :Cara Budidaya Ikan Hias Red Zebra

3. Proses Pemijahan Labi-Labi

Setelah kolam pemijahan sudah di buat langkah berikutnya adalah menebar indukan kedalam kolam pemijahan, biasanya indukan bulus akan bertelur memakan waktu sekiar 7 – 13 hari didalam kolam pemijahan.

Indukan bulus akan mulai bertelur di malam hari dan dalam satu ekor indukan dapat menghasilkan telur 20,30, dan 40 butir. Apabila anda belum mengetahui telur labi-labi, bentuk telurnya bulat seperti bola pimpong dan berwarna crem dengan diameter 1-3 cm.

Jika labi-labi sudah bertelur langkah berikutnya adalah memindahkan telur tersebut kedalam ruangan inkubator atau tempat penetasan telur yang sudah anda sediakan. untuk mengeluarkan telur dari timbunan pasir bisa menggunakan sekop atau menggunakan tangan anda.

Telur labi atau bulus yang sudah anda keluarkan dari sarang tempat pemijahan lalu susun di tempat penetasan dengan media penetasan berbentuk kotak, susunlah dengan rapi lalu dalam kotak tersebut di isi pasir dengan ketebalan 5 cm.

Jangan lupa sediakan baskom dengan di isi air dan letakan baskom tersebut sejajar dengan permukaan lantai. yang nantinya baskom tersebut akan sangat di butuhkan oleh anakan bulus yang baru menetas.

Pada masa penetasan telur, pengoptimalan suhu sangat dibutuhkan agar telur dapat menetas dengan sempurna dan selalu menjaga kelembapan.

Untuk suhu yang dibutuhkan dalam ruangan penetasan yaitu 29-30 drajat celcius dengan kelembapan yang di butuhkan sekitar 85-95%.

Setelah telur di tempat penetasan selama 40-45 hari telur akan menetas dan anakan bulus yang baru keluar dari cangkang akan mencari air yang sudah kita sediakan tadi. anakan bulus yang baru menetas tidak membutuhkan makanan dari luar karena masih menyimpan makanan dari sejak lahir berupa ylok sack.

BacaJuga : Penyebab Ikan Koki Tiba-Tiba Mati

4. Pemindahan Anak Bulus Kekolam Pendederan

Setelah anakan bulus atau tukik sudah berusia 5 hari dari pertama menetas, itu tandanya anakan bulus sudah siap untuk ditangkap di pindahkan kedalam kolam pendederan. untuk luas kolam yang di butuhkan bisa menyesuaikan lahan yang anda miliki.

Namun jangan lupa pada dasar kolam pemdederan di beri dasaran pasir dengan ketebalan pasir yang dibutuhkan yaitu 50-75 cm saja. Usahakan kolam pendederan jangan terlalu dalam agar anakan bulus mudah mengambil oksigen dari udara langsung.

Penebaran anakan labi-labi jangan telalu padat sesuaikan pada luas kolam yang anda miliki atau 45-50 ekor/m2.

Anakan labi-labi akan tumbuh besar atau mencapai ukuran 300-600 g/ekor membutuhkan waktu sekitar 4-6 bulan. Untuk lama pemeliharaan tukik di kolam pendederan memakan waktu 1 – 2 bulan.

Untuk pakan yang di berikan berupa cincangan daging ikan dengan porsi sebanyak 5% dari bobot perekor labi-labi tersebut. tempatkan pakan pada tepian kolam yang terjangkau oleh anakan labi-labi tersebut.

waktu pemberian pakan yang tepat yaitu pagi dan sore hari saja, sehingga dengan memberikan jadwal makan yang teratur anakan labi-labi akan cepat tumbuh besar.

5. Pemindahan Labi-Labi Kekolam Pembesaran

Untuk menentukan luas kolam yang di gunakan sebagai pembesaran bervarian atau biasanya pembudidaya menggunakan ukuran sekitar 50-600 m2 . Sebenarnya untuk masalah luas kolam pembesaran bisa menyesuaikan lahan yang anda tempati, kolam yang terlalu besar juga kan mempersulit kita mengamati pertumbuhan labi-labi dan juga sebaliknya kekurangan kolam yang terlalu kecil juga tidak bisa di isi terlalu padat anakan labi-labi.

Untuk ketinggian air kolam pembesaran juga tidak boleh terlalu tinggi, hanya diperbolehkan dengan ketinggian air yang indeal sekitar 75 cm saja. tukik yang anda tebar kedalam kolam harus memiliki ukuran yang seragam atau sama dengan umur sudah memasuki usia 2 bulan.

Cara menghindari tukik tidak stres ditebar kedalam kolam pembesaran waktu yang tepat yaitu pagi dan sore hari. untuk kepadatan tukik yang di masukan delam media pembesaran yaitu sekitar 8-10 ekor /m2 .

Untuk mencapai ukuran 300-600 g /ekor membutuhkan waktu paling lama sekitar 3 – 6 bulan. Masa panen dapat dilakukan dengan berat badan labi sekitar 700-800 g/ekor. sedangkan jika di biarkan hingga tumbuh dewasa memakan waktu cukup lama yaitu sekitar 2 – 3 tahun.

Demikianlah pembahasan kali ini bagaimana cara berbudidaya bulus yang tepat dan dapat anda terapkan dirumah, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *