Cara Menanam Hidroponik Dengan Botol Bekas

Diposting pada 145 views

Cara Menanam Hidroponik Dengan Botol Bekas- Halo sobat tani salam sukses, nah dalam kesempatan kali ini saya ingin berbagi cara bertani yang sedikit berbeda.

Pernahkah anda mendengar sistem tanam hidroponik, mungkin sudah banyak masyarakat indonesia yang mengetahui sistem tanam ini.

Yah untuk memulai bertani dengan sistem hidroponik pasti kebanyakan dari kalian berfikir membutuhkan modal yang tidak sedikit.

Namun kenyataanya memang iya, karena alat yang dibutuhkan untuk memulainya menggunakan alat yang cukup mahal.

Tetapi tenang saja, untuk anda yang ingin bertanam hidroponik tetapi modal yang dikeluarkan hanyak sedikit.

Dengan memanfaatkan botol bekas sebagai media hidroponik juga bisa loh. jadi akan lebih murah biaya yang dikeluarkan dengan memanfaatkan bahan botol bekas yang mudah untuk kita cari.

Kita tahu sendiri sampah botol yang berserakan begitu banyak perharinya. sehingga dapat potensi mengurangi sampah yang ada dilingkungan kita.

Dengan memanfaatkan botol bekas sehingga sampah botol yang berada disekitar kita dapat dikurangi dan manjadi lebih bermanfaat digunakan sebagai media tanam.

Apabila sampah botol yang terbuat dari plastik, tidak dapat di kurangi hal yang akan terjadi dapat mencemari lingkungan dan menyumbat aliran air.

Botol yang terbuat dari plastik dibakar untuk mengurangi sampah, maka akan berbahaya terhadap udara yang kita hirup.

Jika sampah plastik dibakar, maka akan mencemari udara dan membuat udara lingkungan sekitar tidak sehat dan berbahaya akan penyakit.

Dengan memanfaatkan botol plastik sebagai media tanam hidroponik, sebagai langkah yang tepat untuk mengurangi sampah botol perharinya.

Selain itu juga dapat memberikan kauntungan bagi petani atau masyarakat yang ingin bertani hodroponik. Namun tidak mempunyai modal yang cukup bisa menggunakan cara ini.

Yang perlu di ingat walaupun menggunakan media tanam botol bekas, sistem tanam ini tidak menggunakan tanah.

Akan tetapi botol hanya kan berperan sebagai penampung atau bisa disebut juga dengan wadah media tanam.

Bagaimana cara pembuatanya simak penjelasanya berikut ini :

1. Memilih Botol Plastik

Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah dengan menyiapkan botol plastik terlebih dahulu. Untuk botol harus memilih botol sesuai dengan ukuran tanaman yang akan kita tanam.

apabila tanaman yang akan kita tanam menggunakan botol pilihlah tanaman dan sesuaikan ukuran botol dengan tanaman tersebut.

Jika tidak sesuai dengan media botol atau ukuran tanaman terlalu besar maka botol tersebut tidak dapat digunakan sebagai media tanam hidroponik.

Namun apabila sayuran yang anda pilih tidak memiliki ukuran terlalu besar atau berukuran kecil, gunakan saja botol yang memiliki ukuran 500 ml pun sudah cukup.

Jika anda susah menganalisa bagaimana ukuran permilinya, gunakan saja botol berukuran 1 liter untuk tanaman berukuran kecil dan pada tanaman yang miliki ukuran sedang bisa menggunakan botol yang berukuran 2 liter.

2. Memodifikasi Botol Plastik Hidroponik

Setelah botol plastik sudah di siapkan, langkah kedua adalah dengan memodifikasi botol yang akan dijadikan media tanam.

Jika botol tidak di bentuk atau dimodifikasi maka nantinya kita akan kesulitan untuk melakukan perwatan. Oleh karena itu kita bentuk botol dengan sedimikaian rupa agar mudah untuk melakukan perawatan terhadap tanaman.

Mangapa susah jika botol tidak di bentuk?

Mungkin anda sudah faham bahwa bentuk botol di bagian kepala begitu kecil sehingga akan susah di angkat saat kita ingin menambahkan cairan nutrisi kedalam botol tanaman.

maka sangat diperlukan untuk memodifikasi tanaman anda agar tidak mengalami masalah kesusahan dalam perawatanya.

Potonglah bagian atas kepala botol dengan cara dipotong 1/3 botol bagian atas, dengan membentuk gelas besar. Dengan begitu kita dapat leluasa untuk melakukan perawatan terhadap tanaman yang kita tanam dan akar pada tanaman sayuran akan mudah tumbuh dengan baik.

3. Membuat Lubang Pori-Pori Darainase

Walaupun sistem tanam hodroponik dan menggunakan botol bekas, tetap kita harus membuat lubang pori drainase pada dinding botol tersebut.

Karena air yang disiramkan harus lekas kering. Untuk pembuatan lubang pori, bisa menggunakan jarum dengan ukuran lubang jangan terlalu besar. Agar saat air disiram, kandungan media tidak terbuang.

Jika tidak memberi lubang drainase akar tanaman dapat membusuk dan tidak dapat hidup, jika akar tanaman terus tergenang. maka sangat di perlukan membuat lubang pori pada dinding botol.

Jarum yang digunakan sebagai membuat lubang pada dinding botol plastik yaitu bisa menggunakan jarum berukuran keci atau menggunkan paku kecil.

4. Menyiapkan Media Tanam Pengganti Tanah

Nah kenapa kita tidak menggunakan tanah sebagai media tanam. Karena cara yang akan kita gunakan adalah menggunakan sistem tanam hidroponik.

Sehingga tidak memerlukan tanah sebagai media tanam, tetapi , media yang akan kita gunakan adalah berupa sekam, serabut kelapa, serbuk kayu, dan krikil halus.

Siapkan media tanam terlebih dahulu, setelah itu campurkan media diatas dengan komposisi saimbang. Dengan analisa takaran campurkan sekam 2 , serbuk kayu 2, pasir 2 , serabut kelapa 2, kerikil halus 1. atau lebih jelasnya dengan perbandingan 2 : 2 : 2 : 2: 1.

Apabila bahan media tanam sudah anda campurkan secara merata, langkah selanjutnya dengan memasukan bahan tersebut kedalam botol hingga hampir penuh dan jangan terlalu penuh.

5. Cara mengatur Peletakan Botol Hidroponik

Setelah usai mencampurkan bahan media tanam dan memasukan kedalam botol. Langkah selanjutnya adalah mengatur letak botol.

Apabila menanam dengan sekala lebih besar sangat disarankan untuk merapikan susunan botol hidroponik agar terlihat rapi.

Jika botol tersusun rapi, maka akan lebih mudah saat melakukan perawatan terhadap tanaman. tanaman lebih tertata dan mendapatkan perawatan secara merata.

Cara merapikannya adalah dengan menyusun secara berbaris dan berderet jika tanaman di letakkan pada tanah.

Namun alangkah lebih baiknya anda membuat rak yang bertingkat untuk meletakan botol agar lebih rapi dan mudah untuk melakukan perawatan.

Jangan lupa, pembuatan tempat pada ruangan yang terpapar dengan sinar matahari secara langsung. karena tanaman sangat membutuhkan sinar matahari untuk berfotosintesis dan melakukan metabolisme. jadi usahakan tempat peletakan yang memiliki sinar matahari yang cukup.

6. Membuat Sistem Pengairan

Pengairan tanaman sangat dibutuhkan sehingga dapat membuat aliran air untuk memudah kita, saat ingin mengaliri secara bersamaan dengan memanfaatkan selang kecil kesetiap tanaman.

Cara membuat pengaliran selang cukup mudah anda bisa melewatkan selang kecil di atas tanaman dan melubanginya di setiap selang tanaman.

Otomatis saat anda mengaliri air keselang tersebut, tanaman akan disiram karena pada lubang tersebut akan mengucur dan mengaliri tanaman.

Yang perlu diketahui pembutan lubang pada selang harus pas diatas tanaman dan lubang tidak boleh terlalu besar agar air dapat mengalir secara merata keseluruh tanaman.

Cara ini sangat simple sehingga anda tidaka perlu melakukan pengaliran secara manual dan bisa dengan mudah mengalirkan air pada media selang.

Coba anda bayangkan jika penanaman dengan jumlah banyak dan melakukan pengaliran secara menual mungkin akan lebih lama dan dapat menguras tenaga kita.

Sehingga dengan memanfaatkan selang akan lebih mudah untuk melakukan pengaliran air secara bersamaan dan tentu jauh lebih cepat.

7. Cara Memberikan Pupuk Dasar Kedalam Botol

Pupuk sangat berperan penting untuk memberikan nutrisi kepada tanaman agar tetap tumbuh dan berkembang.

Sehingga setiap teknik penanaman apapun tetap membutuhkan pupuk sebagai unsur hara yang nantinya akan diserap tanaman untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.

Penggunaan pupuk pun juga tidak boleh dilakukan secara asal-asalan, perlu di pertimbangkan dan mengetahui pupuk apa yang baik untuk tanaman.

Pupuk yang baik adalah dengan menggunakan pupuk organik dengan paduan komposisi pupuk buatan yang seimbang.

Contohnya apabila anda menggunakan pupuk kandang 10 kg dangan paduan/campuran pupuk buatan sebanyak 1-2 ons yang terdiri dari jenis pupuk Phonska + Sp36 + KNO3 dengan analisa perbandingan seperti berikut 2 : 1 : 0,1.

Maksudnya, campurkan pupuk buatan terlebih dahulu dengan perbandingan diatas, baru anda mencampurkan dengan pupuk kandang 10 kg dan pupuk campuran 1-2 ons.

8. Cara menanam dan merawat tanaman

Langkah selanjutnya adalah dengan menanam tanaman kedalam botol, jika media tanaman siap. lalu setelah sudah menanam anda bisa melakukan perawatan dengan cara seperti penyiraman, pemupukan susulan, dan penyiangan gulma penganggu yang tumbuh.

Namun perawatan setiap tanaman berbeda-beda dan perlu dipelajari bagaimana cara melakukan perawatan yang benar untuk menunjang hasil panen memuaskan.

Jika anda sudah menentukan tanaman apa yang anda tanam. anda bisa melakukan pengetahuan dengan membaca cara perawatan dari situs lain yang sesuai seperti tanaman yang anda tanam.

Nah bagaimana mudah bukan cara membuat tanaman hidrophonik dengan menggunakan botol bekas.

Demikian bagaimana cara pembuatan media tanam hidroponik dengan modal yang sedikit anda bisa mengawalinya dan semoga pembahasan kali ini bermanfaat.

Bacajuga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *