Cara Membuat Baglog Jamur Tiram

Diposting pada 15 views

Cara Membuat Baglog Jamur Tiram- Berbuidaya jamur tiram memang cukup menggiyurkan untuk dijadikan ladang usaha bagi masyarakat di indonesia.

Potensi meraih peluang usaha dengan berbudidaya jamur tiram menjanjikan sekali untuk meraup keuntungan yang besar.

Menagapa begitu menjajikan? faktor penyebab jamur tiram menjadi penghasil keuntungan, yaitu jamur menjadi makanan yang paling banyak di minati dan dijadikan makanan olahan yang lezat.

Oleh sebab itu jamur menjadi makanan masuk kategori teratas dan semakin marak juga yang berkeinginan membudidayakan jamur tiram.

Dengan permintaan pasar dari tahun-ketahun semakin tinggi, boleh anda coba untuk melakukan pembudidayaan jamur tiram. tidak usah khawatir dengan hasil yang akan di dapatkan. Berbudidaya jamur tiram tidak lah terlalu sulit, sehingga untuk tingkat keberhasilanya sangat tinggi.

Jika anda masih ragu dalam budidaya jamur tiram dan takut mengalami kerugian karena hasil jamur tidak sesuai. ada jalan lain dan masih dalam satu tujuan yaitu berbudidaya baglog jamur tiram. dengan berbudiaya baglog jamur tiram jauh lebih efektif dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. dengan tingkat kegagalan yang sangat kecil sekali terjadi.

Tahap Pembuatan Baglog Jamur Tiram

Cara Membuat Baglog Jamur Tiram memang cukup menjajikan dan untuk pemasaran yang tidak sulit. atau anda bisa langsung bekerjasama dengan patani jamur tiram. sehingga anda akan mendapatkan keuntungan yang cepat dan dapat terjual secara langsung pada petani.

Dari tahun-ketahun pembudidaya/ petani jamur tiram semakin banyak sehingga anda tidak akan kesulitan untuk mencari rekan kerjasama. jadi jangan ragu untuk menekuni usaha pembuatan baglog jamur tiram. Untuk tahap pembuatan anda bisa simak penjelasan seperti berikut.

1. Tahap Persiapan Dan Bahan

Tahap yang di gunakan untuk membuat baglog jamur tiram tidak lah sulit atau ribet dan cupuk mudah untuk didapatkan. Untuk bahan yang digunakan yaitu menggunakan serbuk gergaji, bekatul, biji jagung, dan kapur. serbuk gergaji yang digunakan bisa mencarinya sendiri atau dengan membelinya denga harga yang tidak mahal.

Selain bahan diatas yang sudah dijelaskan, ada beberapa hal yang perlu disiapkan juga seperti dibawah ini :

  • penyiapan tempat atau ruang tanam yang seteril dan dikhususkan.
  • Penyiapan tempat Inkubasi untuk meletakan baglog jamur tiram.
  • Penyiapan plastik PP dengan kualitas tahan terhadap panas dan dalam kapasitas 1 kg .
  • siapkan juga karet gelang dan pipa paralon dengan ukuran 1/4 inch.
  • penyiapan alat tanam dan alkohol kadar 70%
  • Gunakan bibit jamur kualitas F1 untuk memaksimalkan pertumbuhan jamur tiram.

sedikit penjelasan tentang bibit jamur tiram yang digunakan harus memiliki F1, apabila bibit yang akan dimasukan dalam baglog tidak baik dan tidak berkualitas maka pertumbuhan hasil panen akan mengalami keterlambatan dan kerugian. hasil yang di dapatkan tidak sebanding dengan yang sudah dikeluarkan.

Dengan begitu banyak petani yang akan komplen terhadap prosuksi baglog anda. oleh karena itu mengapa diharuskan menggunkan bibit yang dengan kualitas terbaik.

2. Cara Pembuatan Baglog

Setelah tahap persiapan bahan dan alat sudah tersedia semua. Langkah selanjutnya adalah tahap pembuatan baglog. fungsi baglog sebagai media tumbuh jamur tiram dan didalam baglog inselium/ bibit jamur akan tumbuh hingga jamur berusia sudah siap dipanen.

Untuk tahap pembuatan baglog sebagai media tanam sendiri tidak lah sulit dan sangat mudah untuk di pelajari jika anda belum pernah malakukannya.

Asal tahapan pembuatan baglog dilakukan dengan benar maka jamur tiram akan tumbuh dengan baik hingga masa penen telah tiba. berikut tahap dan cara pembuatan baglog jamur tiram yang benar :

  • langkah pertama lakukan pengayakan serbuk gergaji dan bekatul agar tidak kasar dan setelah diayak bahan pengisi media sudah terlihat halus.
  • Langkah kedua adalah gunakan media yang halus saja, untuk aturan komposisi takaran media tanam serbuk gergaji 70%-80%, bekatul 2,5%, kapur 1,5%, dan biji jangung 3,5%, gabah dan juga gandum.
  • Tahap ketiga lakukan pencampuran semua bahan media tanam dan tercampur secara merata, dengan kadara kelembapan antara 75-80%
  • Cara mengatahui kelembapan yaitu degan menggenggamnya. Apabila media yang anda genggam tidak buyar maka kadar lembab sudah benar. jika kadar lembab masih kurang bisa menambah air sedikit saja.
  • Setelah sudah tercapai lakukan pengisian media kedalam plastik PP, dan jangan terlalu penuh sisakan 3,5cm.
  • dan diamkan media paling lama yaitu 24 jam dan untuk keesokan hari bisa melakukan penyeterilisasi.

3. Cara penyeterilisasi Baglog Jamur Tiram

Dalam berbudidaya jamur tiram, menyeterlikan tempat atau wadah media jamur tumbuh sangat penting dan harus dilakukan. Hal ini bertujuan untuk memicu pertumbuhan jamur dan bakteri tidak dapat tumbuh atau mengganggu pertumbuhan jamur tiram.

jika media tanam jamur tidak di sterilkan maka akan mengalami kegagalan dalam berbudidaya jamur tiram. Untuk tahap menyerterilkan media/ baglog jamur tidak sulit dan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana.

Cara sterilisasi baglog dengan mudah yaitu dengan cara merebusnya beberapa jam, yaitu dengan cara memasukan baglog kedalam suatu wadah untuk di rebus, jika dengan jumlah yang banyak bisa menggunakan wadah yang lebih besar berupa tong besi. Untuk lebih jelasnya seperti berikut :

  • Tahap yang pertama adalah menyiapkan wadah untuk mengukus, untuk tempat pengukusan bisa menggunakan media drum yang besar agar muat banyak baglog yang di masukan.
  • sebelum baglog dimasukan isi air pada drum dan letakan sarangan
  • Tahap berikutnya yaitu memasukan balog kedalam drum susun serapi mungkin, lakukan penutupan pada atas drum agar uap merata.
  • Pada saat api sudah hidup jangan lupa untuk menunggu api jangan sampai mati agar panas drum dapat selalu stabil, tahap ini bisa memakan waktu 7-8 jam.
  • setelah penutupan sudah selesai jangan lupa untuk membuka penutup drum agar air menguap keluar dan baru dipindah ketempat tanam setelah sudah baglog dingin.

4. Penanaman atau Inokulasi ( Bibit)

Apabila baglog yang sudah anda sterilisasikan sudah 2×4 jam, maka baglog sudah siap di tanami bibit jamur tiram. Sebelum menanami baglog lihat terlebih dahulu, jika ada yang terkontaminasi silahkan singkirkan terlebih dahulu agar tidak menular baglog yang sehat.

Jika baglog yang di gunakan benar-benar steril maka pembudidayaan dapat berjalan dengan baik dan sukses. Untuk cara penanaman sendiri bisa di simak berikut ini :

  • Sebelum penanaman bibit langkah yang di lakukan adalah menyemprot ruang tanam menggunakan alkohol 70%.
  • Gunakan lah pakaian yang bersih dan sebelum menanam cuci tangan menggunakan sabun dan bilas sampai bersih.
  • Usahakan sebelum masuk kedalam ruangan penanaman jamur tiram, lakukan penyemprotan alkohol ke baju anda/badan.
  • selanjutnya masukan bibit dengan menggunakan spatula dan isi kan bibit kedalam baglog dengan merata.
  • Setelah bibit dimasukan cincin paralon kedalam baglog ujung sisa tadi, lalu ikat kuat dan rapikan dengan menekuk plastik kedalam cincin paralon.
  • Setelah penanaman bibit dan pemasangan cincin paralon baglog sudah selesai pindahkan baglog kedalam ruang inkubasi

5. Inkubasi

Apa itu inkubasi? yaitu salah satu ruangan yang dibuat khusus untuk menumbuhkan inselium jamur. walaupun ruang tersebut nampak seperti kubungan, akan tetapi ruangan tersebut gelap dan tidak ada cahaya matahari.

Pada dasar miselium tidak dapat tumbuh jika ada cahaya sehingga dengan membuat tempat gelap, maka akan tumbuh jamur hingga dapat di panen. waktu lama inkubasi bisa memakan waktu yang lumayan lama yaitu sekitar 4-8 minggu. apabila jamur akan tumbuh memiliki tanda pada baglog akan ditumbuhi miselium yang memenuhi baglog.

Itu tandanya budidaya jamur tidam anda berhasil tumbuh. agar miselium dapat tumbuh bisa menambahkan kain gelap atau terpal untuk mempercepat pertumbuhan miselium jamur tiram.

Jaga kesetabilan suhu dan kelembapan pada ruangan inkubasi agar miselium dapat tumbuh dengan baik dan tidak mengalami kegagalan. Cara menjaga kelambapan yaitu dengan menyiram baglog secara rutin 2 hari sekali pada pagi dan sore hari. alat untuk menyiram bisa menggunakan selang nozzel dan siram kan kelantai dan keatap ruangan.

dalam melakukan usaha dalam bidang apapun semua perlu ketilitian dan pengetahauan yang harus ditambah untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal lagi. dengan bertambah ilmu atau pengalaman tentu dapat mempermudah kita dalam mengembangkan usaha.

Bacajuga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *