Cara Budidaya Jahe Merah Di Polybag

Diposting pada 43 views

Cara budidaya jahe merah Di Polybag- Sebenarnya terbilang sangat mudah. Pada umumnya petani banyak menanam jahe merah di perkebunan.

Salah satu contoh petani asal Indonesia yang paling banyak mengembangkan penanaman dalam polybag yaitu dicirebon.

Cara tanam budidaya jahe merah di polybag, dipercayai lebih mudah dalam meningkatkan panen ketimbang di area lahan yang luas.

Analisa penanaman dengan menggunakan sistem tanam di polybag, saya rasa memang benar bisa meningkatkan hasil yang diperoleh.

Bisa dilihat dari cara pembudiddayaan jahe merah lebih simple dan praktis untuk mengawasi pertumbuhan dan penangannya.

Alasan petani cirebon memilih mengembangkan pertanian dengan media tanam polybag adalah memberikan jalan untuk petani yang memiliki lahan terbatas.

Sehingga dengan media tanam polybag dapat memberi solusi untuk petani mengembangkan pertanian walaupun tidak diarea lahan yang luas.

Maungkin sudah banyak yang mengatahui bahwa jahe merah memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan.

Berbudidaya jahe dengan polybag bisa dilakukan dengan mudah di lahan pekarangan rumah dan potensi peminatnya juga tidak sedikit.

Untuk penghobi dunia pertanian namun anda tidak mempunyai lahan yang luas tidak usah binggung. Anda dapat menerapkan cara penanaman dengan media tanam di polybag.

Syarat Tumbuh Jahe Merah

Sebelum masuk dalam pemabahasan alangkah lebih baiknya kita mengetahui syarat tumbuh jahe merah. Agar kita mengetahui kondisi tanaman dengan media tanam dapat tumbuh dengan baik.

Berikut ini syarat tumbuh jahe merah yang wajib anda ketahui sebelum melakukan pembudidayaan jahe merah.

1. Iklim

  • Tanaman jahe sangat membutuhkan curah hujan yang begitu tinggi. Jadi waktu penanaman yang tepat saat musim penghujan agar tidak mengalami kekurangan curah hujan atau resapan air. Curah hujan yang dibutuhkan antara 2.500 sampai 4.000. mm/tahunya.
  • Jahe merah juga sangat membutuhkan sinar matahari yang cukup. Apalagi umur tanaman jahe masih sekitar 2,5 – 7 bulan sengat membutuhkan sekali terkena sinar matahari secara langsung.
  • OLeh karena itu jahe harus ditanam pada tempat yang terbuka. Untuk suhu udara jahe merah membutuhkan sekitar 20-35 c.

2. Media Tanam

  • Jahe dapat tumbuh di tanah yang gembur, subur, dan tanah yang banyak mengandung humus. Tanah yang gembur dapat memberikan kemudah untuk tanaman jahe berkembang dengan baik dan tingkat kesuburan memberikan resapan nutrisi organik untuk tanaman tetap tumbuh dengan maksimal.
  • Salah satu contoh tektur tanah yang baik untuk berbudidaya jahe adalah tanah pasir berlempung.
  • tanaman jahe dapat tumbuh dengan Ph sekitar 4,3-7,3. namun PH yang baik dan maksimal untuk tanaman jahe sekitar 6,8 – 7,0. Usahakan PH pada tanah memiliki kemasaman yang maksimal.

3. Ketinggian Lahan

  • Jahe akan tumbuh dengan baik pada daerah tropis dan suptropis dan pada ketinggian lahan sekitar 0 sampai 2000 mdpl.
  • Untuk lahan di indonesia biasa di tanam pada ketinggian sekitar 200-600 mdpl.

Cara Persiapan Media Tanam Jahe Merah

Langkah pertama dalam menenam jahe merah adalah mempersiapkan polybag dengan ukuran sekitar 40 x 50 cm jumlah polybag bisa anda atur sendiri seberapa banyak yang di butuhkan.

Untuk mengahasilkan budidaya jahe merah super jangan menggunakan polybag berukuran kecil. Karena jahe merah akan susah untuk berkembang di tempat yang sempit.

Sebenarnya menanam jahe merah bukan hanya dengan media tanam polybag juga bisa. Ada juga petani yang memanfaatkan karung beras dan juga bekas karung Pakan ternak untuk media tanam jahe merah.

Yang perlu diingat apabila menggunakan karung, pengisian tanah, pupuk dan bibit lebih banyak. Tetapi hasil produksivitas juga lebih memuaskan dibandingkan dengan produksi dari hasil tanam polybag.

Perbandingan pengisian media tanam karung atau polybag dengan ukuran yang tepat dan tidak dapat di lakukan dengan sembarangan agar hasil penanaman tidak ada hambatan pertumbuhan.

Kombinasi untuk di isikan kemedia tanam yaitu pasir, tanah, pupuk organik dengan ukuran perbandingan seperti berikut 1 : 1 : 1 atau bisa juga dengan ukuran perbandingan antara 1 : 1 : 2. Lalu aduk hingga merata baru anda masukan kemedia tanam.

1. Tanah

Analisa budidaya jahe merah, agar hasil tanam dapat tumbuh dengan baik. tanah yang digunakan harus gembur dan subur.

Tanah yang subur sudah pasti banyak mengandung kandungan hara yang baik diserap tanaman jahe merah. Jika tanah sudah subur dan gembur anda tidak perlu menambahkan campuran pupuk.

Akan tetapi jaman moderen ini untuk mendapat tanah yang benar-benar gembur dan subur sangat sulit untuk ditemui.

Sehingga dengan pencampuran pupuk dan bahan diatas dapat menghidupkan tanah memiliki kandungan hara kembali, Yang nantinya akan diserap oleh tanaman untuk mendorong pertumbuhan jahe merah.

2. Pasir

Menggunakan pasir adalah salah satu penyeimbang jika tanah yang digunakan mengandung fraksi liat yang tinggi. pasir yang digunakan sebagai bahan campuran pengisian yang bagus yaitu masih mengandung endapan lupur. Karena pasir yang masih bercampur lumpur memiliki endapan kandungan mineral yang tinggi.

3. Pupuk

Penggunaan pupuk organik bisa dengan mudah anda dapatkan bila memiliki hewan ternak sapi atau ayam. dengan penggunaan pupuk kandang akan lebih bagus membantu pertumbuhan jahe merah.

Sebelum bahan di masukan, campurkan semua bahan dan aduk hingga merata, lalu baru di isikan kemedia tanam karung atau polybag. Untuk pengisian media tanam anda bisa mengisikan ukuran 1/4 saja. dan Jangan telalu penuh.

Cara Pembibitan Jahe Merah

Pembibitan adalah salah satu faktor yang harus benar-benar diperhatikan. Karena hasil panen bisa dilihat dari pemilihan benih unggul untuk ditanam kembali.

Bibit yang anda pilih tidak memiliki kualitas unggulan, maka hasil panen jahe merah pun juga tidak akan baik dan pertumbuhan yang banyak mengalami masalah.

Salah satu contohnya adalah masa panen tidak tepat waktu, pertumbuhan batang terhambat dan produksivitas tidak maksimal. berikut ini cara pemilihan bibit yang benar :

1. Pemilihan Bibit Jahe Merah Yang Benar

Untuk bibit yang akan ditanam kembali gunakan bibit yang dari bias yang diambil dari rimpangnya. Contoh rimpang yang baik untuk di gunakan bibit kembali yaitu memiliki rimpang yang segar dan sehat.

Bagian rimpang jahe tidak mengalami cacat sedikitpun dan memiliki ukuran normal. Sehingga nantinya hasil bibit yang kita tanam akan menghasilkan panen jahe seperti induknya.

Usahakan pilihlah indukan yang sudah tua. Supaya bibit dapat tumbuh kembali dan berkembang dengan maksimal.

Apabila anda baru pertama kali menanam jahe. untuk mendapatkan bibit bisa membeli bibit dari petani yang membudidayakan jahe merah.

Jangan membeli dari pasar karena rimpang sudah pasti banyak yang mengalami cacat dan luka. Sehingga tidak baik untuk dijadikan bibit unggul.

2. Proses Pengecambahan Jahe Merah

Sebelum masuk peroses pengecambahan anda perlu merendam bibit jahe agar tidak dapat diserang jamur. Larutan yang baik untuk merendam bibit yaitu fungisida ( Dhitane M- 45 ).

Namun untuk cara mudah dan tidak perlu membelinya cukup menyiram bibit jahe merah menggunakan air bersih saja. setelah sudah disiram anda bisa langsung meletekan bibit di tampah atau nyiru. Dan tempatkan pada tempat yang lembab agar bibit jahe cepat berkecambah.

Calon bibit jahe akan berkecambah kira-kira pada umur pengecambahan sekitar 2 minggu. Jangan lupa lakukan penyiraman agar kelembapan tetap terjaga dan tidak mengalami kekeringan yang dapat menyebabkan kegagalan proses pengecambahan.

3. Proses Penyemaian Jahe Merah

tempat penyemaian jahe merah

Sembari menunggu proses jahe berkecambah, kita bisa membuat dahulu tempat untuk menyemai bibit jahe merah.

Buatlah tempat penyemaian berbentuk petak dengan ukuran 1 x 2 m dan isi dengan tanah gembur, pupuk organik, pasir (campurkan hingga merata). dan pembatas petakan dengan batu bata.

Untuk menentukan tempat yang baik anda bisa membuat tempat yang tidak terkena matahari dan hujan secara langsung.

Jika proses pengencambahan sudah selesai lakukan pemindahan bibit jahe ke tempat penyemaian yang sudah anda buat tadi.

Tanam bibit jahe ketempat penyemaian dengan kedalaman antara 4 – 5 cm. Jangan terlalu dalam agar bibit dapat tumbuh dengan baik.

Bibit akan tumbuh dan siap ditanam kedalam polybag/karung pada usia 2 sampai 4 minggu. Dengan ukuran bibit mencapai 10 cm.

Proses pemindahan bibit bisa anda caput atau di potong bagian rimpang jahe merah untuk ditanam kedalam polybag/karung.

Rimpang sisa biarkan tetap tumbuh dalam petak penyemaian agar tumbuh bibit baru dan bisa anda tanam kembali.

Penanaman Bibit Jahe Merah

Penanaman bibit dilakukan dengan hati-hati. Pada media tanam buatlah lubang untuk menanam bibit dengan besar lubang sesuai dengan pangkal bibit jahe merah lalu di tutup dengan media disekitarnya dan padatkan.

Setelah bibit sudah anda tanam jangan lupa untuk menyiram bibit yang baru anda tanam, bertujuan agar bibit berkontak terhadap media tanam.

Apabila anda sudah menanam bibit, yang perlu anda ketahui jangan langsung ditempat pada tempat langsung terkena sinar matahari dan hujan.

Buatlah tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. setelah umur 2,5 bln. baru anda bisa melakukan penempatan ditempat terbuka.

Cara Pemeliharaan Jahe Merah

Cara pemeliharaan jahe merah tidak rumit dan cukup mudah untuk anda lakukan dirumah. untuk peroses pemeliharaan anda bisa melakukan pemupukan, penggemburan tanah, penyiraman, penyiangan, dan pengendalian hama penyakit jika terserang.

1. Penyiraman

Proses penyiraman dapat anda lakukan agar media tanam selalu terjaga Agar tidak kering, Lakukan penyiraman setiap hari. namun jika musim penghujan dan bibit ditempat terbuka tidak usah melakukan penyiraman.

Untuk memudahkan proses penyiraman apabila anda memiliki kolam ikan bisa menempatakan pembudidayaan didekat kolam agar mudah mendapatkan air untuk menyiramnya.

Air kolam ikan baik untuk proses penyiraman karena dalam air kolam ikan, terdapat kandungan hara yang dibutuhkan tanaman. Jika jahe sudah memasuki masa panen anda bisa menghentikan proses penyiraman

2. Penyiangan Dan Penggemburan Tanah

Proses penyiangan harus dilakukan ketika tanaman gulma mulah tumbuh pada media tanam agar tidak merebut kandungan organik yang diserap tanaman jahe.

Untuk menahan pertumbuhan tanaman gulma dapat menambahkan mulsa jerami pada media tanam. Tanah pada media tanam juga harus digemburkan kembali agar jahe dapat tumbuh dengan maksimal.

3. Pemupukan Jahe Merah

Untuk membantu pertumbuhan jahe merah maka lakukanlah pemupukan dengan menggunakan pupuk organik. Pemupukan dapat anda lakukan selama 2 bulan sekali.

Untuk takaran pemberian pupuk sesuaikan dengan media tanam yang anda gunakan. Selama pembudidayaan jahe merah hingga panen pemupukan dilakukan hanya 3 kali saja.

4. Pengendalian Hama Penyakit Jahe Merah

Walaupun tanaman jahe sebenarnya tidak gampang terserang hama penyakit. Tetapi untuk antisipasi kita perlu mengetahui bagaimana cara mengendalikan tanaman jahe jika terserang hama dan dapat kita kendalikan dengan benar.

Hama yang biasanya akan menyerang tanaman jahe yaitu belalang dan ulat. Biasanya hama tersebut menyerang pada bagian daun yang masih muda.

Untuk penanganan hama penyakit ini, yang sewaktu-waktu dapat menyerang seperti berikut ini :

  • Cara menanganinya agar kita tidak kecolongan adalah dengan memeriksa bagian daun tanaman jahe merah. sehingga dapat kita ketahui apakah ada hama atau tidak di tanaman jahe merah. Buatlah perangkap serangga dengan menggunakan plastik berwarna merah atau kiuning. Yang dilem dengan bambu atau di bias menggunakan setiker untuk merekatkannya.
  • Untuk menangani secara alami diatas anda malas. bisa menyemporotkan insektisida kedaun jahe merah untuk membunuh belalang dan ulat. Penggunaan insektisida gunakan insektisida oraganik agar tidak dapat memberi efek samping terhadap tanaman atau membuat tanaman mati.

Untuk peneyakit lain yang sering menyerang tanaman jahe yaitu jamur yang menyebabkan tanaman layu dan kebusukan pada rimpang jahe merah.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi yaitu dapat anda lakukan dengan merendam benih dahulu dan lebih memperhatikan sanitasi tempat pembudidayaan.

Oleh karena itu kenapa pemilihan benih tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. dan pilihlah indukan benih yang sehat dan memiliki rimpang yang baik.

Lingkungan sekitar penanam harus di perhatikan agar jamur tidak dapat tumbuh. Yaitu dengan mengontrol tempat agar tidak terlalu lembab.

Untuk tanaman jahe merah yang sudah terkena jamur. Hal yang perlu dilakukan adalah dengan menyemprotkan bakterisida dan fungsisida.

Apabila tidak dapat disembukan anda bisa memusnahkan tanaman yang sudah terserang agar tidak menyerang tanaman yang lain.

Masa Pemanen Jahe Merah

Budidaya jahe merah yang anda tanam sudah bisa di panen saat sudah berusia sekitar 10 bln. Tanda tanaman jahe merah yang sudah siap di panen dimana Daun mulai menguning dan mengering.

Nah untuk memanen jahe merah tidak susah anda cukup melakukan dengan membuka karung/polibag yang anda gunakan sebagai wadah media tanam yang mulai rusak dan rapuh.

Perawatan jahe, untuk menghasilkan jahe yang super perlu melakukan perwatan dengan teliti dan dilakukan dengan baik.

Banyak sekali yang mengalami kegagalan karena kurang memperhatikan tanaman jahe dan tidak melakukan penyiangan pada tanama gulma.

Sehingga pada usia tanaman yang sudah berumur 10 bln tidak dapat di penen karena mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan.

Lakukan lah perawantan dengan benar agar hasil penen yang anda dapatkan sesuai dengan harapan anda.

Jika anda ingin berbagai ilmu tentang dunia pertanian dan pembudidayaan bisa mengirimkan artikel dengan menghubungi kontak kami. Dengan begitu artikel akan kami terbitkan melalui situs ini, dengan tujuan membantu perkembangan petani di indonesia.

Bacajuga:Cara Mambuat Bonsai Kelapa Sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *