Cara Budidaya Belut Yang Baik Dan Benar

Diposting pada 26 views

Cara Budidaya Belut Yang Baik Dan Benar- Kebanyakan masyarakat indonesia sangat menyukai belut untuk dijadikan santapan.

Belut banyak berkembangbiak didaerah rawa yang berlumpur. Tentu anda yang tinggal didaerah perdesaan sering menjumpainya.

Jika kita tinggal diperdesaan pastinya sering mencari belut dengan cara memancingnya. Hewan satu ini adalah salah satu hewan yang dikelompokan dengan jenis ikan.

Yang membedakan belut dengan ikan jenis lainya adalah jika ikan biasanya hidup di air. Namun belut hidup didalam lumpur dan sedikir berair.

Belut sendiri memiliki pernapasan yang bisa hidup didalam lumpur sehingga sangat berbeda dengan ikan biasanya hanya hidup di air saja.

Sebelum anda ingin membudidayakan belut tentu harus memilih jenis belut yang akan di budidayakan.

Jenis belut sendiri yang sering dijual di pasaran adalah jenis belut sawah dan belut rawa.

Perbedaan dari kedua jenis belut tersebut yang terletak pada bentuk fisiknya. Belut sawah cenderung pendek dan gemuk, untuk belut rawa panjang dengan postur tubuh yang ramping.

Namun jika untuk urusan konsumsi, saya sarankan untuk membudidayakan belut sawah, karena memiliki tubuh yang gemuk.

Sedangkan dalam pembudidayaan belut ada dua sagmen untuk penerapanya yaitu untuk urusan pembibitan dan pembesaran.

Jika anda memilih untuk pembudidayaan sebagai bibit maka pembudidayaan yang anda lakukan hanya menghasilkan anakan saja.

Apabila pembudidayaan dilakukan untuk urusan pembesaran maka pembudidayaan dilakukan untuk urusan konsumsi.

Cara Budidaya Belut Yang Tepat

cara budidaya belut yang benar

Setiap budidaya sangat membutuhkan ilmu pengetahuan tentang perawatan dan bagaimana cara penerapanya.

Oleh karena itu dengan mengetahui bagaimana cara melaksanakanya sehingga bisa sukses hasil yang di dapatkan nantinya.

Untuk pemula yang ingin membudidayakan belut tentu akan banyak mengalami kesulitan yang di hadapi.

Dengan begitu harus mengetahui tahap-tahap untuk penerapanya yang benar dan hasil budidaya tidak mengalami kerugian.

Apabila anda tidak mengetahui ilmu dasar memulainya dan hanya dilakukan secara asal saja, jarang sekali yang sukses dalam penerapannya.

Namun tenang saja dalam pembahasan artikel ini anda dapat mempelajari bagaimana cara berbudidaya belut yang benar.

Berikut cara bebudidaya belut yang wajib anda ketahui sebelum malaksanakanya, untuk menunjang hasil panen maksimal.

1. Memilih Bibit Belut Unggul

Untuk bibit belut sendiri bisa anda dapatkan dengan dua pilihan yaitu hasil dari tangkapan dan bisa juga membelinya langsung dari peternak belut.

Dari kedua hasil bibit yang didapatkan ada keunggulan dan kekurangan masing-masing, sehingga dapat anda memilih dengan analisa berikut ini.

Untuk bibit hasil tangkapan keunggulan dan kelebihanya adalah bibit belut hasil tangkapan akan mengalami trauma, bibit tidak memiliki ukuran sama dan keunggulannya bibit tangkapan akan memiliki daging yang lebih gurih dengan hasil penjualanya memiliki harga yang tinggi.

Sedangkan bibit yang dihasilkan dari pembudidaya memiliki kekurangan harga jualnya lebih rendah dan masih tinggi hasil bibit tangkapan. keunggulan bibit hasil pembudiayaan adalah ukuran atau bentuk yang sama, anda bisa membelinya dengan jumlah yang lebih banyak, dan kesehatan bibit lebih terjamin. Pertumbuhan bibit akan lebih cepat dan relative memiliki ukuran yang sama.

Pembudidaya biasanya menghasilkan bibit tersebut dari hasil pemijahan belut betina dan belut jantan. Karena di indonesia sendiri belum ada pemijahan dengan cara menyuntikan hormon ke belut betina, sehingga masih menggunakan cara yang alami.

Dengan cara pemijahan secara alami akan lebih mudah mendapatkan bibit yang berkualitas ketimbang menggunakan metode suntik hormon.

Ciri-Ciri Bibit Belut Unggul :

  • Memiliki ukuran yang seragam
  • Belut bergerak aktif, lincah dan tidak loyo
  • Tidak memiliki cacat dan luka pada fisiknya.
  • Sehat dan bebas dari penyakit

Apabila anda memilih bibit untuk keperluan konsumsi atau pembesaran, langakah yang diperlukan adalah memilih bibit yang memiliki ukuran antara 10-12 cm. Dengan ukuran tersebut bibit dikolam pembesaran akan dipanen paling lama sekitar 3 sampai 4 bulan. Jika untuk di ekspor harus memiliki ukuran yang besar dengan lama pembesaran antara 6 bln .

Pilihlah bibit yang memiliki ciri-ciri diatas agar hasil pembudidayaan anda tidak mengalami masalah dan kerugian dengan jumlah besar.

2. Menyiapkan Kolam Pembudidayaan belut

Untuk pemilihan pembuatan kolam pembudidayaan bisa menggunakan kolam permanen dan jenis kolam semi permanen.

Kolam permanen biasanya pembudidaya belut menggunakan kolam sawah, dan kolam semen atau tembok. Biaya menggunakan kolam permanen memang cukup besar dan mampu menampung banyak bibit yang di budidayakan. Dan daya tahan kolam hingga mencapai 5 thn

Untuk ukuran yang relatif kolam tembok digunakan oleh pembudidaya memiliki ketinggian Sekitar 1 sampai 1,25 cm. Dan biasanya lubang dibuat menggunakan pipa yang berfungsi memudahkan pergantian media tumbuh

Untuk kolam tembok saya sarankan jangan langsung di rendam dengan air maupun media tumbuh, akan tetapi keringkan dengan jangka waktu beberapa minggu terlebih dahulu. Baru setelah itu anda bisa memasukan media tumbuh yang digunakan untuk pembudidayaan seperti daun pisang, serabut kelapa, atau pelepah pisang.

Lakukan pencucian kolam tembok hingga bau semen didalam kolam sudah benar-benar hilang baru kolam bisa di gunakan.

Untuk pembuatan kolam semi permanen yaitu biasanya pembudidaya membuat kolam menggunakan terpal, kolam drum, kolam tong, Kolam kontainer.

Kekurangan menggunakan kolam semi permanen adalah tidak dapat menampung banyak bibit yang anda budidayakan dan mikroorganisme tidak dapat berkembang, tidak sepeti kolam pada area sawah. Apalagi menggunakan kolam jenis terpal mudah mengalami kebocoran dan kolam terpal juga akan lebih cepat rusak.

3. Menyiapkan media tumbuh Budidaya belut

Media tumbuh belut dialam bebas adalah menggunakan lumpur sehingga dalam kolam pembudidayaan kita juga harus mempersiapkan media tumbuh agar belut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Ada beberapa metrial yang harus disiapkan untuk membuat media tumbuh belut. Media tumbuh yang akan disiapkan akan berubah menjadi lumpur sehingga media tersebut memberi pertumbuhan yang baik seperti di alam bebas. Media tumbuh yang disiapkan seperti berikut :

  • Lumpur Sawah
  • Kompos
  • Humus
  • Pupuk Kandang
  • Sekam Padi
  • Jerami Padi
  • Pelepah Pisang
  • Dedak
  • Tanaman Air
  • Mikroba Dekomposer

Nah untuk media tumbuh dengan menggunakan bahan-bahan diatas tidak ada ukuran khusus yang harus di gunakan. Sehingga bisa menyesuaikan dengan takaran komposisi kebutuhan yang akan di gunakan dengan menyesuaikan jumlah kolam pembudidayaan. Bahan-bahan yang digunakan juga mudah didapatkan.

Simak berikut ini bagaimana cara dan langkah singkat bagaimana pembuatan media tumbuh :

  1. Langkah pertama Keringkan terlebih dahulu kolam pembudidayaan, Lalu masukan jerami yang sudah di potong atau dirajang dan letakan jerami dengan ketebalan mencapai 20 cm saja.
  2. Kemudian Berikan lapisan diatas jerami dengan meletakan pelepah pisang yang sudah di rajang dengan ketebalan pelepah pisang mencapai 6 cm. Letakan Secara merata diatas jerami.
  3. Setelah itu anda bisa mencampurkan komposisi seperti pupuk kandang, kompos, atau tanah humus dengan ketebalan hingga 20 – 25cm. Tepat diatas lapisan pelepah pisang.
  4. Setelah Semua sudah tercampur dengan secara merata langkah selanjutnya menyiram media dengan menggunakan larutan EM4
  5. Langkah berikutnya adalah menimbun media tumbuh dengan menggunakan lumpur sawah secara merata dengan ketebalan lumpur sekitar 10-15 cm. Biarkan media selama 1 sampai 2 minggu bertujuan untuk mengfermentasikan media tumbuh berjalan sempurna.
  6. Pada kolam pembudidayaan beri air mengalir selama 3 sampai 4 hari untuk membersihkan racun yang terdapat pada media yang sudah difermentasikan
  7. Langkah akhir Jangan lupa menggenangi media tumbuh yang sudah anda letakan didalam kolam menggunakan air bersih. dengan kedalaman air mencapai 5cm saja dari atas permukaan kolam tersebut.
  8. Berikan juga tanaman air seperti eceng gondok dan jenis tanaman air lainya, berikan tanaman air secukupnya saja, tidak boleh terlalu padat.
  9. Nah setelah semua proses selesai dan pada media tumbuh /lumpur mencapai ketebalan 60 cm, bibit siap di masukan kedalam kolam pembudidayaan.

4. Penebaran Bibit Dan Pengaturan Air

Penebaran benih belut tidak dapat dilakukan secara sembarangan agar bibit yang sudah disebar tidak mengalami gangguan kesehatan.

Tentukan waktu penyebaran yang benar biasanya pada sore hari melakukan penebaran benih agar bibit yang sudah disebar tidak mengalami stres. Namun alangkah lebih baiknya jika bibit baru anda beli lakukan karantina terlebih dahulu selama 1 sampai 2 hari.

Karantina bibit pada air yang mengalir dan jangan lupa selama masa karantina untuk memberikan pakan berupa telur yang sudah dikocok.

Atur juga sirkulasi air dengan benar. Jangan memberikan sirkulasi terlalu deras, sesuaikan saja seperti genangan sawah. Yang paling penting pada air tersebut mengalami sirkulasi.

Jangan memberikan air dalam masa karantina terlalu dalam, hal ini dapat berpengaruh terhadap bibit belut, Jika air terlalu dalam belut akan lebih aktif bergerak dan membuat badan belut mengurus.

Mengapa belut akan aktif bergerak pada air yang terlalu dalam? yah tahu sendiri belut akan mengambil oksigen kepermukaan sehingga tidak disarankan memberikan air terlalu dalam pada masa karantina.

5. Pemberian Pakan Belut

Untuk pemberian pakan sendiri harus di lakukan secara rutin dan tepat, Hewan jenis belut ini terkenal sangat rakus dan tidak bisa telat dalam pemberian pakan. Usahakan berikan pakan yang cukup dan tidak membuat belut kelaparan.

Walaupun tergolong hewan yang rakus, pemberian pakan juga tidak boleh terlalu berlebih harus disesuaikan dengan jumlah populasi berat belut yang di budidayakan. Untuk secara umum pemberian pakan yang di butuhkan belut per harinya bisa mencapai 5 – 20% dengan menyesuaikan dari berat atau bobot belut.

Berikut ini analisa penyesuain pakan belut untuk populasi bobot 10 kg yang dibutuhkan perharinya :

  • Untuk belut berusia 0-1 bln : 0,5 Kg/ harinya.
  • Untuk belut berusia 1-2 bln : 1 Kg/harinya.
  • Untuk belut berusia 2-3 bln : 1,5 Kg/harinya.
  • Untuk belut berusia 3-4 bln : 2 Kg/harinya.

Untuk pakan yang diberikan anda bisa memberikan burupa pakan mati atau juga bisa pakan hidup. Yang perlu anda perhatikan adalah menyesuaikan dengan umur belut agar pakan dapat dicerna dengan baik. untuk pakan belut yang masih anakan tentu harus berukuran kecil.

Pakan Belut Anakan ( Larva) :

  • Plankton
  • Cacing tanah
  • Kutu air
  • Cacing sutra
  • Kecebong
  • Larva ikan
  • Larva serangga

Pakan Belut Dewasa :

  • Cacing tanah
  • Bekicot
  • Katak
  • Ikan
  • Yuyu/ kepiting rawa
  • Keong
  • Belatung

Nah anda juga bisa memberikan pakan mati. Pakan juga harus disesuaikan dengan ukuran dan umur belut sehigga dapat di makan semua dan tidak ada sisa pakan yang berada di kolam budidaya. Pakan mati berupa :

  • Cincang bekicot
  • Kepiting Rawa
  • Bangkai ayam
  • Ikan runcah
  • Pelet

Sebelum anda memberikan pakan mati alangkah lebih baik di rebus terlebih dahulu dan pemberian pakan dalam sehari bisa 2 kali untuk setiap harinya.

Waktu yang tepat untuk pemberian pakan terhadap belut yang di budidayakan yaitu pada sore hari atau malam hari. Karena belut sendiri adalah salah satu jenis hewan noktunal atau hewan yang mencari makan pada malam hari.

6. Masa Panen Belut

Masa panen belut sebenarnya tidak ada ukuran yang pasti untuk kebutuhan konsumsi. Namun biasanya para pembudidaya akan memanen belut tersebut pada usia pembudidayaan sekitar 3 sampa 4 bulan untuk pasar domestik.

Sedangkan masa panen belut untuk di ekspor harus memiliki usia 4 sampai 6 bulan dan harus memiliki ukuran besar. Untuk menghitung umur pembudidayaan saat anda sudah menebar bibit kedalam kolam pembudidayaan.

Nah untuk masa panen ada dua cara yang bisa anda lakukan yaitu panen sebagaian dan memanen total.

Untuk panen sebagaian anda bisa melakukan dengan cara mengambil semua populasi belut yang berada di dalam kolam pembudidayaan. lalu memilah ukuran kecil dan yang besar. yang berukuran kecil bisa anda pelihara lagi.

Dan jika anda ingin memanen secara total anda bisa mengambil populasi belut yang berada di dalam kolam pembudidayaan tanpa memilih ukuran belut yang akan di pasarkan.

Demikianlah bagaimana cara membudidayakan belut yang dapat anda ketahui untuk pemula yang ingin membudidayakanya. Lakukan dengan cara diatas agar hasil panen budidaya belut anda maksimal.

Bacajuga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *